Contoh brief video company profile membantu perusahaan dan production house menyamakan ekspektasi sejak awal. Brief yang baik tidak harus panjang, tetapi perlu menjawab tujuan bisnis, target audiens, pesan utama, ruang lingkup produksi, dan pihak yang mengambil keputusan.
Tanpa brief yang jelas, tim dapat menghasilkan video yang terlihat bagus tetapi tidak menjawab kebutuhan komunikasi. Template berikut dapat digunakan oleh tim marketing, corporate communication, HR, procurement, atau manajemen sebelum meminta proposal.
Isi brief video company profile
- Nama perusahaan dan unit: jelaskan entitas atau divisi yang menjadi fokus.
- Nama proyek: gunakan judul kerja yang mudah dikenali.
- PIC: sebutkan satu orang yang mengoordinasikan komunikasi.
- Target tayang: tulis tanggal penggunaan video, bukan hanya tanggal shooting.
- Estimasi budget: berikan rentang agar scope dapat disusun realistis.
1. Tujuan video
Tuliskan perubahan yang diharapkan setelah audiens menonton. Hindari tujuan terlalu umum seperti “agar terlihat profesional”. Tujuan yang lebih jelas misalnya:
- Meningkatkan kepercayaan calon klien B2B.
- Memperkenalkan kapasitas pabrik kepada calon partner.
- Mendukung presentasi tender dan sales meeting.
- Menjelaskan budaya kerja untuk employer branding.
- Menampilkan dampak program CSR.
- Memperbarui citra perusahaan setelah rebranding.
2. Target audiens
Video untuk investor, calon pelanggan, kandidat karyawan, regulator, dan masyarakat umum membutuhkan penekanan berbeda. Jelaskan siapa audiens utama, tingkat pengetahuan mereka, dan di mana mereka akan menonton video.
Contoh: “Audiens utama adalah procurement manager dan direktur operasional perusahaan manufaktur di Indonesia yang sedang mencari partner logistik jangka panjang.”
3. Pesan utama
Pilih satu pesan inti dan maksimal tiga pesan pendukung. Terlalu banyak informasi membuat video terasa seperti presentasi yang dipadatkan.
Contoh pesan inti: “Perusahaan kami adalah partner manufaktur terintegrasi yang menjaga kualitas, kapasitas, dan ketepatan pengiriman.”
- Pesan pendukung 1: pengalaman dan skala operasional.
- Pesan pendukung 2: sistem quality control.
- Pesan pendukung 3: tim dan layanan pelanggan.
4. Arah cerita dan gaya visual
Sertakan referensi yang menjelaskan alasan pemilihannya. Apakah video harus terasa formal, human, cinematic, dinamis, teknis, atau hangat? Apakah cerita dibangun melalui narator, interview, aktivitas nyata, atau kombinasi beberapa format?
Referensi tidak harus ditiru. Fungsinya adalah memperjelas ritme, tone, framing, grafis, dan tingkat produksi yang diharapkan.
5. Materi dan fakta yang tersedia
- Company profile tertulis dan brand guideline.
- Data tahun berdiri, jumlah cabang, kapasitas, sertifikasi, atau capaian.
- Logo dalam format berkualitas tinggi.
- Foto atau video arsip.
- Daftar produk dan layanan.
- Nama narasumber serta jabatan.
- Daftar klaim yang wajib melalui legal atau compliance.
6. Lokasi dan aktivitas yang dapat direkam
Tulis seluruh kandidat lokasi, kondisi operasional, jam akses, kebutuhan izin, serta aktivitas yang paling mewakili perusahaan. Untuk area kantor dan pabrik, gunakan checklist persiapan shooting agar visual tidak hanya berisi ruangan kosong.
7. Narasumber dan talent
Tentukan siapa yang akan tampil, bahasa yang digunakan, durasi ketersediaan, dan apakah mereka terbiasa berbicara di depan kamera. Production house dapat membantu menyusun pertanyaan dan arahan, tetapi informasi mengenai akses narasumber harus tersedia sejak awal.
8. Output yang dibutuhkan
- Master video dan durasi perkiraan.
- Versi 60 detik atau 30 detik.
- Horizontal, square, atau vertical.
- Subtitle Indonesia dan Inggris.
- Versi tanpa teks untuk kebutuhan tertentu.
- Still frame atau thumbnail.
- File presentasi, web, atau social media.
Baca panduan durasi ideal video company profile sebelum menentukan panjang master video.
9. Timeline dan jalur approval
Jelaskan tanggal target, waktu yang tersedia untuk persiapan, dan siapa saja yang memberi persetujuan. Tetapkan satu PIC untuk menggabungkan feedback dari marketing, direksi, legal, HR, dan divisi lain.
Brief video company profile yang lengkap membantu tim produksi menghitung kebutuhan crew, alat, lokasi, jadwal, serta estimasi biaya secara lebih akurat.
Template brief singkat yang dapat disalin
Tujuan: …
Audiens utama: …
Pesan inti: …
Pesan pendukung: …
Gaya dan referensi: …
Lokasi: …
Narasumber: …
Output: …
Target tayang: …
Budget: …
PIC dan approver: …
Kesalahan yang perlu dihindari
- Memasukkan seluruh informasi perusahaan tanpa prioritas.
- Menentukan durasi sebelum memahami tujuan dan channel.
- Memilih referensi hanya karena visualnya menarik.
- Tidak menyebut versi turunan sejak awal.
- Mengabaikan jadwal operasional lokasi.
- Tidak menetapkan jalur approval.
Brief yang jelas menghasilkan proposal yang lebih akurat
RADARS Studio menggunakan brief untuk menyusun pendekatan cerita, kebutuhan tim, timeline, dan estimasi biaya. Pelajari layanan produksi video company profile atau kirim informasi proyek untuk mendapatkan rekomendasi scope.