Memilih production house untuk company profile bukan keputusan yang bisa diambil dalam 5 menit. Ini adalah investasi yang akan merepresentasikan bisnis Anda ke dunia. Salah pilih, dampaknya bisa fatal untuk brand image.
10 Tips Memilih Production House untuk Company Profile
1. Cek Portfolio Secara Detail
Jangan hanya lihat 1-2 video terbaik mereka. Scroll entire portfolio dan perhatikan konsistensi kualitas. Apakah gayanya cocok dengan brand Anda?
2. Perhatikan Tone & Style
Setiap production house punya signature style-nya. Apakah mereka terbiasa bikin corporate formal, atau lebih ke creative/edgy? Pilih yang match dengan brand voice Anda.
3. Tanyakan Tentang Proses
Production house yang profesional akan punya proses yang jelas:
- Pre-production (briefing, research, scripting)
- Production (shooting schedule, crew)
- Post-production (editing, revision rounds)
4. Transparansi Harga
Hindari production house yang tidak bisa kasih breakdown biaya dengan jelas. Harga yang “masuk akal” belum tentu yang paling murah — yang penting value for money.
5. Testimoni & Review
Minta testimonial dari client sebelumnya. Kalau bisa, minta kontak langsung untuk verify.
6. Komunikasi & Responsiveness
Bagaimana respons mereka saat Anda inquire? Apakah cepat, profesional, dan helpful?
7. Equipment yang Digunakan
Tanyakan gear apa yang mereka pakai. Production house yang serious biasanya investasi di equipment yang up-to-date.
8. Fleksibilitas & Revisi
Berapa kali revisi yang diinclude? Apa kebijakan jika perlu revisi tambahan?
9. Timeline yang Realistis
Company profile yang bagus butuh waktu. Jangan tergiur oleh yang janji bisa selesai dalam 3 hari.
10. Chemistry
Ini sering diabaikan tapi sangat penting. Pastikan chemistry-nya pas — komunikasinya enak dan trust level tinggi.
Red Flags yang Harus Dihindari
- Harga terlalu murah dari market rate
- Tidak mau tunjukin portfolionya
- Tidak ada kontrak tertulis
- Tidak bisa kasih referensi client
Konsultasi gratis dengan Radars Studio untuk discuss project company profile Anda.



